Rindu di 1/3 Malam hingga Waktu Fajar

Tidak ada rindu yang lebih indah daripada rindu seorang makhluk pada Penciptanya.

Tidak ada pertemuan untuk mengobati kerinduan yang lebih indah daripada pertemuan seorang hamba dengan Penciptanya di 1/3 malam hingga waktu fajar.

Kerinduan yang membangunkan seorang makhluk dari tidur yang menyelimutinya.

Kerinduan yang tidak pernah bertepuk sebelah tangan,

Kerinduan yang selalu terbalaskan dengan limpahan kebaikan yg lebih besar,

Kerinduan yang berakhir pada pertemuan,

Pertemuan yang membangunkan langit dari malam yang menyelimutinya.

VS

Distance

I don`t know how to measure the distance between You and me.

Should I measure in second?

Should I measure in meter?

I don`t know how long the distance between You and me.

Is it between past and future?

Is it between here and there?

I don`t know how to reduce the distance between You and me.

Should I wait you in here?

Should I run to you to where?

I don`t know

Will You and I meet in the Right Time?

Will You and I meet in the Right Place?

VS

***

One Year Was Gone

For the lover,

one year was gone without the love one

is a replenishment of waiting time.

For the believer,

one year was gone with the love One

is a remission of waiting time.

VS

***

Insyallah, hijrah (cie cie) adalah alasan saya tidak lagi menerima ajakan jalan, skype, telp, whatsApp dan media lainnya dengan lawan jenis yang memiliki special interest terhadap saya.

Walaupun saya banyak menulis dibeberapa media sosial, namun pada dasarnya saya termasuk orang yang introvert. Saya memiliki banyak teman sebagai partner untuk beraktivitas dan bekerjasama namun hanya memiliki Allah, Ayah, Ibu dan Adek2 sebagai sahabat terbaik bagi saya untuk berbagi tawa dan air mata. Ujian besar yang dapat mengalirkan air mata dan menggetarkan hati dan bathin saya, justru akan mengunci bibir saya untuk berbagi kesedihan dengan siapapun. Setiap pertanyaan besar dalam hidup ini, saya hanya mampu membaginya dengan Allah dan bathin saya sendiri. Saya hanya akan membagikan cerita pada sekitar ketika saya sudah mendapatkan jawaban atau pencerahan dari setiap pertanyaan besar dalam hidup yang saya temui. Dan saya hanya akan membagikan yang dapat membahagiakan untuk didengar, dibaca dan dilihat. Saya pun termasuk orang yang mudah melupakan kejadian yang menyedihkan dan kegagalan. Saya pun tidak menyukai drama atau film yang menyedihkan. Jadi, saya memiliki prinsip untuk apa kita mensodaqohkan kesedihan, kekesalan, kemaran yang kita rasakan sehingga membuat orang lain ikut sedih, marah, dan seterusnya. Kombinasi karakter Koleris-Sanguin membuat saya mudah memutuskan untuk berbahagia dalam setiap kondisi dan tetap bahagia dalam ujian dan pertanyaan besar sampai akhirnya hikmah dan hidayah didapatkan.

Saya memiliki proses berpikir, merasa, dan memahami beberapa hal yang sedikit lambat. Namun saya tidak pernah sedikitpun membenci segala kelemahan dan kelebihan yang mungkin saya miliki. Mungkin ini yang membuat beberapa orang menjadi kesal dan mempertanyakan: Mengapa sampai usia yang dapat dikatakan terlambat menikah menurut sebagian orang ini, saya belum juga memutuskan untuk memilih seorang pasangan dan menikah? Pasangan seperti apakah yang saya cari sehingga memutuskan untuk menambah waktu tunggu, mengurangi waktu hidup? Saya tidak pernah kesal, marah untuk menjawab setiap pertanyaan yang ditujukan kepada saya. Bagi saya setiap manusia memiliki proses yang berbeda-beda sehingga pertanyaan itu muncul sebagai proses memahami dan synchronize antar sesama manusia.

Saya termasuk manusia yang memiliki banyak doa yang saya curahkan pada Allah, dan banyak sekali juga doa yang dikabulkan, ditunda, dan mungkin ditolak dan diganti yang lebih baik dari yang saya minta. Saya hanya akan mengurangi waktu tunggu terhadap salah satu doa terbesar dengan berdoa. Walaupun sebagian manusia akan tetap menyudutkan saya lagi dengan doa saja tidak cukup, harus ada upaya. Maka upaya saya adalah doa. (Hehehehe…sudah terlihat bukan bagaimana keras kepalanya saya).

Hikmah yang saya rasakan dari doa terbesar yang ditunda ini, sedang beberapa doa dengan mudah Allah kabulkan adalah mendekatkan diri pada Yang Maha Cinta, berpikir ulang tentang apa itu cinta? bagaimana mencintai seseorang dengan baik dan benar disisi Allah? bagaimana laku dan hati kita harus dikondisikan ketika kita mencintai seseorang?

Entah saya akan memenemuinya di dunia atau diakhirat, namun saya tetap khusnuzon terhadap upaya doa yang saya panjatkan pada Allah, dan proses mengenal yang diridloi Allah, saya akan menemuinya di dunia ini karena menikah termasuk dalam Sunah Rosul. Jangan mengecilkan upaya doa karena melalui doa, Allah membuka dan menutup hati kita bahkan sering kali membuka tabir rahasia yang disembunyikan dari kita, walaupun kita tidak berkontak secara fisik. Doa juga membuat hati seorang single atau jombo (istilah anak mudanya) menjadi tidak pernah absent dari cinta, cinta terhadap Allah dan Rosululloh.

Kepada para jomblo dan single atau istilah lainnya dimanapun berada, (TOS 😀 😀 :D)

La Tahzan, Innallaha Ma`anna, Jangan bersedih karena sesungguhnya Allah bersama kita. Saya percaya bahwa waktu menunggu akan selalu berkurang, dan waktu menunggu pun dapat dinikmati dengan penuh cinta pada Yang Maha Cinta.