Rindu di 1/3 Malam hingga Waktu Fajar

Tidak ada rindu yang lebih indah daripada rindu seorang makhluk pada Penciptanya.

Tidak ada pertemuan untuk mengobati kerinduan yang lebih indah daripada pertemuan seorang hamba dengan Penciptanya di 1/3 malam hingga waktu fajar.

Kerinduan yang membangunkan seorang makhluk dari tidur yang menyelimutinya.

Kerinduan yang tidak pernah bertepuk sebelah tangan,

Kerinduan yang selalu terbalaskan dengan limpahan kebaikan yg lebih besar,

Kerinduan yang berakhir pada pertemuan,

Pertemuan yang membangunkan langit dari malam yang menyelimutinya.

VS

Membangun Cinta Segitiga

Cinta Segitiga adalah Cinta antara

Aku,

Dia (Allah),

Kamu.

***

Allah dulu,

Allah lagi,

Allah terus,

***

Cinta kita pada manusia itu begitu pendek,

sependek waktu hidup kita,

bahkan bagi sebagian orang lebih pendek lagi daripada waktu hidupnya,

sependek ketertarikan, kebutuhan, kemauan pada seseorang.

bahkan ada yang lebih pendek lagi,

sependek kesabarannya dalam menerima kekurangan, kelemahan pasangannya.

***

Adakah cinta yang abadi/kekal?

Ada, cinta yang diberikan oleh dan pada Yang Maha Kekal

Adakah cinta yang setinggi langit, seluas samudera?

Ada, bahkan yg lebih tinggi dari langit, dan lebih luas dari samudera, lebih luas dari volume oksigen yang ada dimuka bumi ini, lebih banyak dari kekayaan alam yaitu cinta yang diberikan oleh Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

Maka Cinta yang abadi, yang luas, yang sejati dan tulus adalah

Cinta yang diberikan karena Allah dan karena semata-mata cintanya kepada Allah

***

Untuk Jomblo dan Single,

Jangan menunggu mencintai setelah ada si cinta, justru manfaatkan waktu untuk membangun cinta yang kuat, sejati, abadi, tulus, pada Yang Maha Cinta. Insyallah hati hanya akan merasakan kebahagiaan dan ketenangan dan tidak akan pernah merasa kesepian, kegalauan, kesedihan, kejenuhan. Pas si cinta datang formasi cinta segitiga akan terbangun dengan mudah.

***

Saya nulis ini karena beberapa waktu lalu ada mahasiswa muda S3 yang tiba2 dateng dalam sosmed saya dan tiba2 jg memiliki ketertarikan terhadap saya. Saya sebenernya agak bingung karena memang gak pernah ketemu, dan gak pernah nyadar klo dia adalah temen FB saya. Tapi saya yakin apapun kejadian yang sampai pada diri saya itu semata-mata karena Allah SWT. Allah itu baik bgt. Saya percaya 100%-ly, bahwa rejeki, jodoh, kematian kita itu sudah diatur. Gmana gak percaya handred-persenly, saya yg konon males bgt chatting ma lawan jenis lewat skype, males jalan bareng atau ngedate, hampir gak pernah ikut ajang pencarian jodoh, jarang jg ngomong ketemen2 klo saya itu single yang dalam pencarian cinta sejati, klo temen tanya: mau gak saya cariin jodoh? pasti saya jawab dengan: silakan aja, tapi saya teh percaya bgt ma Allah yang udah cariin saya jodoh terbaik untuk saya. Ya ini deh buktinya, tanpa bantuan manusia, tanpa ketemuan, tiba2 ada yang mampir ke FB dan menyatakan ketertarikannya.

Seperti biasanya dimana saya memang tidak begitu suka chat skype, jalan, ngedate, dst (bukan sok suci dan sok islami, tapi beneran takut buat Allah marah dan cemburu krn udah ngelewatin batesan yang Allah kasih). Saya hanya bilang, mas eh dek (karena memenag usia jauh dibawah saya tapi secara pendidikan udah diatas saya jauh) silakan saja mengenal saya dulu lewat teman2 saya, akses beberapa tulisan yang pernah saya tulis (supaya dapet gambaran saya yang sesungguhnya), temui saya dulu dirumah orang tua saya, jangan mudah percaya dengan yg ada di sosial media, foto saya pun kadang banyak editannya, tulisan saya pun mgkn lebih banyak riya-nya sisi baik saya daripada pengungkapan sisi buruk saya, dan last but not least makin deketin Allah, krn biasanya Allah kasih petunjuk. Saya belum kasih jawaban “ya atau tidak” yang harusnya dari sisi saya, Allah juga belum kasih jawaban (saya masih proses berpikir dan mempertimbangkan lewat istiqoroh Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus), si adek sudah jawab duluan (ya mungkin ini jawaban Allah dari doa2 saya dan jawaban saya yang tidak pernah saya katakan jg).

Dia menyatakan mengundurkan diri karena dia merasa bahwa saya tidak tertarik (padahal saya belum ngomong apa2), dia juga sempet menjelaskan teori post-love (cinta yang tidak bersyarat seperti cinta ortu untuk anak-anaknya), dia jg sempat mengajukan adanya perantara (ustad) untuk ta`aruf kalau saya tidak meghendaki skype dll dan masih panjang lagi. Si Adekpun sempat marah juga di wallnya.

Oleh karena itu, Saya putuskan okelah dan terimakasih. Btw semua syarat yang saya ajukan teh semata-mata agar si adek tidak membeli saya dalam karung, dan memang saya udah move on dan pengen hijrah untuk tidak pakai cara-cara yang manusiawi tapi lillahi ta`alla. Semua itu untuk kebaikan saya, si adek sendiri dan for the pleasure of Allah atau for the sake of Allah. Tapi yasudahlah saya ridlo dan ikhlas…hehehe…kita memang seagama tapi mungkin beda prinsip…gak tau bener yang mana hanya Allah yang tau. Apakah saya patah hati dan berkecil hati, nggak sama sekali, saya cuma sedih udah bikin orang marah, sedih dan kecewa. Semoga Allah mengampuni saya jika saya salah dalam mengambil keputusan ini namun niat saya memang Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus.

Maapkan saya ya dek, Maapkan saya Ya Allah tidak memperjuangkan rejeki dan jodoh ini lagi dan lagi.

 

 

Bunuh Diri karena Cinta yang Salah

… وَ لاَ تَقْتُلُوْآ اَنْفُسَكُمْ، اِنَّ اللهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيْمًا. النساء29

….. dan janganlah kamu membunuh dirimu, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu..

….. and dont kill yourselves, Surely, Allah is Most Merciful to you.

[QS. An-Nisaa’ : 29]

***

Apakah benar Cinta tidak pernah salah? Jika memang tidak pernah salah mengapa cinta yang dituliskan oleh Wiliam Shakespear membuat kehidupan romeo-juliet berakhir tragis. Dan apakah keromantisan sebuah cinta harus digambarkan dengan sebuah pengorbanan yang sangat tragis. Jika memang romeo dan juliet pernah hidup didunia dan bukan hanya dalam buku, maka dimanakah kira-kira mereka berada? Apakah mereka berbahagia dan bertemu satu dengan yang lainnya di akhirat?

Cinta yang dituliskan Tuhan untuk perjalanan hidup Muhammad SAW dan Khadijah dicintai banyak manusia? Cinta Muhammad pada Khadijah, cinta Muhammad pada istri-istri lainnya setelah Khadijah meninggal, cinta Muhammad terhadap umat, dan yang terindah adalah cinta Muhammad pada Allah yang membuat beliau sering dijuluki dgn kekasih Allah. Muhammad SAW tidak memutuskan mengikuti Khadijah ketika Khadijah meninggal seperti yang dilakukan romeo-juliet. Namun seberapa besar dan tulus cinta Rosululloh pada Khadijah, seberapa besar dan indah cinta Rosululloh pada Allah tidak akan mampu dirangkum oleh kata-kata. Lebih dari cinta Rosululloh pada umatnya tidak berakhir sampai didunia saja, dan tidak terhenti sampai beliau wafat namun cinta Rosululloh pada umatmya juga sampai dunia berakhir dan sampai perjumpaan diakhirat.

Cinta pernah salah jika itu dituliskan dengan cara yang salah.

Cinta tidak pernah salah jika itu diajarkan oleh Ya Wadud (Yang Maha Cinta), Ya Rahman (Yang Maha Penyayang), Ya Rochim (Yang Maha Pengasih).

Ketika Allah Jatuh Cinta

وعنه عن النبي، صلى الله عليه وسلم، قال‏:‏ ‏”‏إذا أحب الله العبد نادى جبريل‏:‏ إن الله تعالى يحب فلانًا، فأحببه، فيحبه جبريل، فينادي في أهل السماء‏:‏ إن الله يحب فلانًا، فأحبوه، فيحبه أهل السماء، ثم يوضع له القبول في الأرض‏”‏ ‏(‏‏(‏متفق عليه‏)‏‏)‏ ‏.‏
Abu Hurairah (May Allah be pleased with him) reported:
The Prophet (ﷺ) said, “When Allah loves a slave, calls out Jibril and says: ‘I love so-and-so; so love him’. Then Jibril loves him. After that he (Jibril) announces to the inhabitants of heavens that Allah loves so- and-so; so love him; and the inhabitants of the heavens (the angels) also love him and then make people on earth love him”.

[Al- Bukhari and Muslim].

Distance

I don`t know how to measure the distance between You and me.

Should I measure in second?

Should I measure in meter?

I don`t know how long the distance between You and me.

Is it between past and future?

Is it between here and there?

I don`t know how to reduce the distance between You and me.

Should I wait you in here?

Should I run to you to where?

I don`t know

Will You and I meet in the Right Time?

Will You and I meet in the Right Place?

VS

***

One Year Was Gone

For the lover,

one year was gone without the love one

is a replenishment of waiting time.

For the believer,

one year was gone with the love One

is a remission of waiting time.

VS

***

Insyallah, hijrah (cie cie) adalah alasan saya tidak lagi menerima ajakan jalan, skype, telp, whatsApp dan media lainnya dengan lawan jenis yang memiliki special interest terhadap saya.

Walaupun saya banyak menulis dibeberapa media sosial, namun pada dasarnya saya termasuk orang yang introvert. Saya memiliki banyak teman sebagai partner untuk beraktivitas dan bekerjasama namun hanya memiliki Allah, Ayah, Ibu dan Adek2 sebagai sahabat terbaik bagi saya untuk berbagi tawa dan air mata. Ujian besar yang dapat mengalirkan air mata dan menggetarkan hati dan bathin saya, justru akan mengunci bibir saya untuk berbagi kesedihan dengan siapapun. Setiap pertanyaan besar dalam hidup ini, saya hanya mampu membaginya dengan Allah dan bathin saya sendiri. Saya hanya akan membagikan cerita pada sekitar ketika saya sudah mendapatkan jawaban atau pencerahan dari setiap pertanyaan besar dalam hidup yang saya temui. Dan saya hanya akan membagikan yang dapat membahagiakan untuk didengar, dibaca dan dilihat. Saya pun termasuk orang yang mudah melupakan kejadian yang menyedihkan dan kegagalan. Saya pun tidak menyukai drama atau film yang menyedihkan. Jadi, saya memiliki prinsip untuk apa kita mensodaqohkan kesedihan, kekesalan, kemaran yang kita rasakan sehingga membuat orang lain ikut sedih, marah, dan seterusnya. Kombinasi karakter Koleris-Sanguin membuat saya mudah memutuskan untuk berbahagia dalam setiap kondisi dan tetap bahagia dalam ujian dan pertanyaan besar sampai akhirnya hikmah dan hidayah didapatkan.

Saya memiliki proses berpikir, merasa, dan memahami beberapa hal yang sedikit lambat. Namun saya tidak pernah sedikitpun membenci segala kelemahan dan kelebihan yang mungkin saya miliki. Mungkin ini yang membuat beberapa orang menjadi kesal dan mempertanyakan: Mengapa sampai usia yang dapat dikatakan terlambat menikah menurut sebagian orang ini, saya belum juga memutuskan untuk memilih seorang pasangan dan menikah? Pasangan seperti apakah yang saya cari sehingga memutuskan untuk menambah waktu tunggu, mengurangi waktu hidup? Saya tidak pernah kesal, marah untuk menjawab setiap pertanyaan yang ditujukan kepada saya. Bagi saya setiap manusia memiliki proses yang berbeda-beda sehingga pertanyaan itu muncul sebagai proses memahami dan synchronize antar sesama manusia.

Saya termasuk manusia yang memiliki banyak doa yang saya curahkan pada Allah, dan banyak sekali juga doa yang dikabulkan, ditunda, dan mungkin ditolak dan diganti yang lebih baik dari yang saya minta. Saya hanya akan mengurangi waktu tunggu terhadap salah satu doa terbesar dengan berdoa. Walaupun sebagian manusia akan tetap menyudutkan saya lagi dengan doa saja tidak cukup, harus ada upaya. Maka upaya saya adalah doa. (Hehehehe…sudah terlihat bukan bagaimana keras kepalanya saya).

Hikmah yang saya rasakan dari doa terbesar yang ditunda ini, sedang beberapa doa dengan mudah Allah kabulkan adalah mendekatkan diri pada Yang Maha Cinta, berpikir ulang tentang apa itu cinta? bagaimana mencintai seseorang dengan baik dan benar disisi Allah? bagaimana laku dan hati kita harus dikondisikan ketika kita mencintai seseorang?

Entah saya akan memenemuinya di dunia atau diakhirat, namun saya tetap khusnuzon terhadap upaya doa yang saya panjatkan pada Allah, dan proses mengenal yang diridloi Allah, saya akan menemuinya di dunia ini karena menikah termasuk dalam Sunah Rosul. Jangan mengecilkan upaya doa karena melalui doa, Allah membuka dan menutup hati kita bahkan sering kali membuka tabir rahasia yang disembunyikan dari kita, walaupun kita tidak berkontak secara fisik. Doa juga membuat hati seorang single atau jombo (istilah anak mudanya) menjadi tidak pernah absent dari cinta, cinta terhadap Allah dan Rosululloh.

Kepada para jomblo dan single atau istilah lainnya dimanapun berada, (TOS 😀 😀 :D)

La Tahzan, Innallaha Ma`anna, Jangan bersedih karena sesungguhnya Allah bersama kita. Saya percaya bahwa waktu menunggu akan selalu berkurang, dan waktu menunggu pun dapat dinikmati dengan penuh cinta pada Yang Maha Cinta.