Kalau Cinta, Mana Buktinya

Do you love me? Proof it!

Love atau cinta memang lebih enak diucapkan pakai kata-kata.

I love you, Allah…I love you Dad, Mom…I love you, My best Friends…I love you all…I love you my honey…

Dan tidak bisa dipungkiri kata love atau kalimat i love you ini memang memberi efek yang luar biasa bisa bikin orang klepek-klepek seketika , luluh lantah seketika, berbunga-bunga seketika kata atau kalimat ini disebut. Seketika saja ya bukan selamanya. Buktikan saja, minta ortu, kekasih, atau orang terdekat lainnya untuk ngucapin ini, trus pasang stop watch untuk mengukur waktu berapa lama kata dan kalimat ini bekerja…apakah sehari, sejam, semenit atau sedetik.

Karena dalam beberapa waktu berikutnya, logika atau rasional kita akan menanyakan mana buktinya. Emang nagih bukti penting ya? Bukankah cinta yang tulus gak memperlukan bukti? (bukan cinta tulus tapi cinta buta kali ya yang tidak memperlukan bukti). Karena lebih banyak orang memilih cinta buta yang tidak memerlukan bukti, makanya lebih banyak orang yang jadi korban pengkhianatan cinta (eeeaaa). Karena kata ini memiliki efek yang luar biasa makanya player, play boy (eh play girl jg banyak sekarang di era emansipasi ini) sering memanfaatkan kata ini untuk memanfaatkan para penikmat cinta buta. Nah loh…gimana nih? masih gak butuh bukti di era yang penuh konspirasi ini?

Lebih dari itu sering kita denger omdo aka omong-doang atau bahasa puitisnya hanya dibibir saja. Virus omdo ini juga menjangkit sebagian besar bukan hanya para pencari cinta, pacar, kekasih tapi juga menjangkit para pencari Tuhan. (asyik ketika romantisme ketemu religius-isme). Katanya cinta ma Allah tapi kok membunuh ciptaan-Nya dan karya-Nya yang lain (membunuh manusia, ngerusak alam semesta, membunuh binatang secara keji, gak membaca dan mempelajari Al Quran), katanya cinta ma Allah tapi kok gak pernah rindu (milih tidur dari pada apel malem/ tahajud, milih ngegame dari pada baca Quran yang bisa memahami maksud Yang Maha Cinta, milih ngomongin orang dari pada dzikir mengaggungkan nama yang kita cintai Ya Rahman – Ya Rahim). Btw sebenenernya kita sadar gak sih pas ngomong “I love you”? atau jangan-jangan cinta kita pada Tuhan juga cinta buta (cinta buta atau cinta palsu ya klo ini mah?). Kira-kira apa yang akan dipikirin Allah kalau ada seorang hamba yang hobi dan merasa cukup hanya dengan ucapan “I love you, Allah”? Dan kira-kira malaikat akan nyatetnya sebagai apa ya (cinta si Fulan adalah cinta hanya dibibir saja, cinta si Fulan adalah cinta omong-doang, cinta si Fulan adalah cinta palsu, cinta si Fulan tidak dapat dibuktikan).

Kalau gitu masih relevan gak sih tanya: Kalau cinta, mana buktinya bahwa cintamu itu bukan cinta palsu, cinta omdo, dan cinta geje , cinta yang tidak meninggalkan bekas kebaikan bagi yang menerimanya, cinta yang sakit/ tidak menyehatkan.

Kalau Cinta? Mana Buktinya!

Pesan Dosen Killer untuk Mahasiswa: Tapi bukan berarti membuktikan cinta pada adek angkatan dengan menggambarkan dan membantu mengerjakan semua tugasnya. (ini namanya cinta yang menyesatkan, cinta yang menghancurkan masa depan, cinta dengan pengorbanan yang salah, cinta yang memanfaatkan). Jangan mau lo ya disuruh gambar, ati-ati diputusin pas kelar mata kuliah gambar…ini menyesakan… 😀

Advertisements