Long Journey For Leading

Saya ingin menyebut perjalanan saya ke USA ini sebagai sebuah perjalanan untuk belajar memimpin, atau perjalanan seorang young leader ke masa depannya. Belum bisa dikatakan sebagai pemimpin besar, seperti: Barack Obama dan Jokowi, bukan juga pemimpin komunitas, daerah, atau perusahaan yang sukses, namun perjalanan ini mengantar saya pada sebuah proses untuk belajar memimpin hidup saya ke arah visi dan manfaat yang lebih besar.

Jujur tidak pernah terpikir bahwa Saya akan mampir ke benua ini dengan jalur ini, Young South East Asia Leaders Innitiative Fellowship, YSEALI adalah nama program ini. Walaupun perjalanan ke USA masih beberapa minggu kedepan atau tepatnya October 9, 2017 nanti hingga November 17, 2017, tapi persiapan yang matang sudah dimulai dari beberapa bulan lalu atau tahun yang lebih lampau. Perjalanan ini akan berbeda mungkin dengan perjalanan temen-temen lain yang bisa plesiran ke tempat-tempat yang indah dengan dana pribadi atau perjalanan menuntut ilmu atau sekolah dengan beasiswa ke beberapa Universitas ternama di Benua Amerika, perjalanan saya kali ini akan lebih banyak dipenuhi dengan belajar sambil bekerja atau bekerja sambil belajar di Office di USA yang memiliki peran besar bagi USA sendiri dan global community. Perjalanan ke USA dan perjalanan menimba ilmu di benua dan Negara bagian ini gratis dari transportasi, akomodasi selama kurang lebih 1,5 bulan kedepan. Lebih dari itu, Saya terbang dan make common sense dengan team sana dengan kapasitas sebagai warga negara Indonesia, Wong Solo yg memperkenalkan negara dan Kota di masyarakat internasional (karena Kita akan dipertemukan dgn banyak young leaders dgn Visi yang beragam dari beberapa negara), young leader dgn visi, Urban Designer yang ingin belajar, berkarya, berkolaborasi, membangun networking atau silaturahim (karena selain Kita akan melanjutkan visi dan project yg telah dikerjakan dari Indonesia dan juga mengerjakan bbrp project yang diberi oleh kantor dimana Kita ditempatkan) dan lagi-lagi sebagai muslim traveler (walaupun hanya dgn jilbab yg masih belum sempurna ini, saya ingin Allah mengijinkan saya menyampaikan pesan kepada sebanyak-banyaknya manusia tentang Islam yang Rahmatan lil Alamin)

Benua Amerika…United States of America itu seperti sebuah dreamland bagi anak kampung seperti saya. Bisa dikatakan bahwa perjalanan saya ke USA tidak dimulai dari pengiriman aplikasi beberapa bulan lalu, namun sudah dimulai dari beberapa tahun lalu ketika saya menuliskan mimpi tentang USA di list to do in the future saat duduk di bangku SMP. Ternyata mimpi beberapa tahun lalu, inshallah terwujud di tahun ini dengan cara yang tidak diduga-duga, special dan gratis. Tidak ada kata yg lebih baik untuk menggambarkan perasaan saya selain Alhamdulillah.

Saya merasakan bahwa perjalanan ke USA ini jika dibandingkan dengan perjalanan ke beberapa negara lainnya dapat dikatakan relatif lebih sulit. Padahal perjalanan ke USA Kali ini adalah undangan. Undangan saja rumit bagaimana jika jalur normal. Untuk VISA sesungguhnya relatif mudah dari pengisian hingga interview karena dibantu oleh pihak American Council namun karena ini program yg luar biasa hebatnya bukan hanya memberi kesempatan Kita terbang ke USA secara gratis namun kesempatan membangun silaturahim (networking dan pesaudaraan) dengan banyak young leader dari beberapa negara namun jg organisasi, office, keluarga dan banyak pihak di USA dan kesempatan berkarya Dan bekerja sama sambil menimba ilmu pengetahuan dan pengalaman. Dan ini bukan hanya 2 minggu tapi 1,5 bulan. Alhamdulillah…Alhamdulillah…Alhamdulillah…

1. Online Aplication, Screening, Interview and Notification

Proses panjang dari jalur kompetisi untuk bisa mendapatkan kesempatan fellowship di Negara yang kita ketahui merupakan negara yang memiliki global networking, banyak lahir global leaders dan pengaruh internasional yang sangat kuat ini adalah tidak mudah. Terpilih dari ratusan pendaftar yang terdiri dari young leader yang memiliki visi dan action yang tidak diragukan sepak terjang dan betapa menariknya, maka semua yang terjadi ini bukan hanya berkat upaya pribadi namun ada kebaikan dari Tuhan dan doa orang tua yang memudahkan semua proses ini. Ini perpaduan antara upaya, keberuntungan/ luck, dan fate/ Takdir.

Saya yang merasa bahwa saya tidak akan terpilih karena selain program yg saya kerjakan masih dalam perjuangan, saingan pun luar biasa kerennya, dan saat interview berlangsung Saya menghadapi isu pada headset yang tiba2 mati saat wawancara berlangsung, padahal headset tersebut sudah saya siapkan dan coba jauh hari dan beberapa saat sebelum wawancara dimulai. Matinya headset membuat saya sedikit panik diawal interview, namun Alhamdulillah semua terlampaui, hingga sebuah surat masuk yang memberi ucapan selamat dan great news tentang kesempatan mengikuti fellowship ini di USA. Saya langsung sujud dilantai dan tidak memproduksi sekitar Saya. Untuk yang melihat hanya Ayah dan Ibu, langsung saya kecup kening dan tangan kedua orang tua saya. Setelah orang tua saya makin panik dgn ekspresi dadakan, saya baru cerita sambil mengatur nafas.

2. Medical Check Up yang begitu detil

Kita diperikasa dari ujung rambut sampai ujung kaki, dari luar smp jeroan. 😀 (Immunization Records, Drug & Alcohol Test, TBC Test, Kesehatan Telinga, Mata, Gigi dan Gusi, Darah, Tulang, Jantung, Paru-paru, Rahim, dst. Hampir tidak lolos screening karena ada satu test yg tidak terbaca sehingga Saya harus mengambil test susulan. Alhamdulillah, walaupun sedikit mundur dari deadline pengiriman medcheck namun screening menunjukan saya sehat walafiat. Semua ini karena kebaikan orang tua merawat sejak kecil, kebaikan Allah dan ajaran Agama Islam yang melarang alkohol dan obat terlarang, dan alam Indonesia yang sudah mengisi lambung yang tidak pernah bosan makan masakan Indonesia yang kaya akan rempah.

3. Wawancara dengan Kantor Penempatan.

Dalam perjalanan ini, saya akan ditemani oleh beberapa rekan dari Indonesia dan dari beberapa negara Asia Tenggara dan Negara-negara lainnya. Beberapa rekan dari Indonesia pun Kita dibagi dalam beberapa program. Kebetulan Saya berenam masuk dalam program economy conhort dengan Teh Annisaa-Bogor (pencipta game ecofunopholy dan penulis), bang Hijrah-Aceh (pengusaha dengan meraih banyak awards dan designer grafis dari t-shirt ‘Piyoh’ dan co-founder dari the leader yang mengangkat pariwisata Aceh Dan anak muda Aceh untuk membangun Aceh), Kak Tisha-Papua (pendiri SAGU foundation dan Rumah baca yg memberikan pelatihan public speaking dan International English Test bagi anak2 Papua yang ingin melanjutkan sekolah keluar negeri,  bang Nazar-Sulawesi (pemuda yg aktif melalang buana dan aktif memperkenalkan banyak karir anak muda) dan Kang Romdoni-Bandung (co-founder dari generasi Bumi yang Pro terhadap pembangunan Desa). Ternyata selain berpretasi, mereka semua rendah hati, dan sangat hangat. Berasa memiliki sodara baru dari sabang ke Merauke. Sedang Saya sendiri sering membuat team di American Council menjadi berubah-ubah antara mewakili Surakarta, Central Java dan atau Yogyakarta dan Untuk kesempatan ini, Saya akan berangkat dgn kapasitas Saya sebagai Urban-Designer dan Peneliti Spatial bukan Arsitek dan Dosen. Kita berenam akan ditempatkan di Kantor Pemerintah/ Perusahaan Swasta/ NGO/ Organisasi dan Negara bagian yang berbeda-beda. Bang Nazar ke Chicago, Kak Tisha ke Washington DC, Bang Hijrah ke Boston, Kang Romdo n ke Arlington, Teh Annisa ke Virginia dan Saya sendiri tercyduk dan terlempar ke California sendiri. Kita semua akan berkumpul di Washington DC jadi setelah kongres di Washington DC, Saya akan menempuh perjalanan lain dari east coast-west coast yang membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 bulan jika berjalan kaki he3x…Saya inshallah diterbangkan lagi…Saya akan ditempatkan di OPR, Sacramento, California. Penempetan ini disesuaikan dengan background kita serta visi kita kedepan serta apa saja yang ingin kita pelajari dan kembangkan bersama team di sana. Beberapa teman berencana ketemuan dan foto bersama di New York, sepertinya saya tidak bisa bergabung krn jauhnya California ke New York. Mungkin Saya akan membutuhkan mencari peluang to use my most time ke San Fransisco, Silicon Valley, Los Angeles, dan seterusnya. Alhamdulillah, Inshallah perjalanan ini akan menambah silaturahim antar pemuda dan profesional antar bangsa dan lintas profesi, teman, keluarga, kolega, pengalaman dan ilmu pengetahuan.

Alhamdulillah wawancara berjalan dengan sangat menyenangkan. Ada hal berbeda yang saya rasakan ketika berbicara dengan orang USA yang ada di USA dengan kebanyakan orang USA yang ada diluar USA, orang USA yang ada di USA terasa lebih ramah, kekeluargaan, humble, hangat dan sangat membantu.

4. Aplikasi dan Wawacara VISA. Alhamdulillah karena Fellowship ini adalah undangan sehingga kita diberi banyak kemudahan dari proses aplikasi hingga wawancara visa semua disiapkan dengan sangat rapi Dan teratur.

5. PDO 1, 2, 3.

Orientasi tentang persiapan keberangkatan, keberangkatan dan saat kongres dan fellowship berlangsung diberikan dalam 3x dengan bentuk yang beragam. PDO 1 diberikan via  ZOOM US dari pihak American Council, PDO 2 diberikan secara kekeluargaan oleh Pak Gatut Susanto yang dan ditutup dengan beberapa pesan sederhana yang mendalam dan PDO 3 diberikan oleh America Embassy atau Kedutaan Amerika di Jakarta berupa penjelasan tentang semua program ini.

“To keep doing good and to be a kindhearted person as YSEALI will open the network for you all, and your job is to be the agent of change, not only the ambassador of your organization but also be the ambassador of your country, so please maximize the opportunity and always do good by giving back to the people in your community.

“Jadilah orang baik dan manfaatkan kesempatan YSEALI ini dengan sebaik mungkin”

Inshallah orang baik itu berjodoh Dan bertemu orang-orang baik di tempat-tempat dan waktu terbaik.

6. Ramah Tamah dengan Host-Family

Alhamdulillah, saya akan tinggal dengan keluarga Amerika di Sacramento, Amerika dimana jarak rumah dengan kantor inshallah dapat ditempuh dengan jalan kaki. Yang menarik dari program ini bukan hanya menjalin tali persahabatan yang berkaitan dengan visi kita kedepan melalui profesi kita namun juga tali persahabatan antara manusia, agama, budaya dan negara.

7. Modules and Courses tentang Kepemimpian (Leading Change)

Leaders are made, they are not born. They are made by hard effort, which is the price which all of us must pay to achieve any goal that is worthwhile.” Vince Lombardi

Ini yang mungkin membuat sebagian orang bertanya bagaimana bisa mendapatakan kesempatan emas ini, untuk belajar tentang leadership dari beberapa negara bagian dan perusahaan/ organisasi dan kantor-kantor yang memiliki global networking, dan impact. Sampai hari ini, saya pun sebenernya masih bertanya dan merasa ini masih seperti hidup didalam mimpi mendapatkan mentoring dan coaching secara gratis dari tempat, orang dan negara yang luar biasa besar pengaruhnya. Dan mempertanyakan kebenaran bahwa mereka tidak salah dalam memilih saya dan mempertanyakan kapasitas saya pribadi untuk sesuai dengan fellowship ini. Namun saya menemukan benang merah diantara kami yang mendapat kesempatan ini yaitu

Keep answering the question of Dr. King asked – what are you doing for others?

Hal ini pun juga ada dalam semangat dan konsep “rahmatan lil alamin” atau manfaat bagi alam semesta. Bahwa kita harus selalu mempertanyakan dan menjawab dalam hidup kita tentang kebermanfaat yang baik bagi sesama manusia dan makhluk, komunitas masyarakat disekitar kita, negara dan lingkup yang lebih besar lainnya.

8. Persiapan dan Packing

Persiapan dan packing-upacking udah menjadi sebuah kebiasaan yang membahagiakan. Walaupun saya sangat menyukai sekali dengan warna hitam, namun perjalanan kali ini tas saya akan banyak dipenuhi dengan batik dari beragam daerah di Indonesia. Dan yang ga kalah serunya, saya mendapatkan hadiah dari beberapa teman yaitu dari kain Batik Papua, Tas dari bahan Alami dari Papua, Kaos desain sahabat dari Aceh, pinjaman game ciptaan sahabat untuk dimainkan di California nanti, Kain Batik Sasirangan dari Kalimantan, dan Kain Tenun dari Sade, serta kain batik dari kota kelahiran dan kesayangan Solo. Kali ini saya memperkenalkan diri sebagai young leader dari Solo atau Surakarta. Semoga Saya bisa menjalankan amanah dengan baik dan tidak mempermalukan nama keluarga, komunitas, pendidikan dimana saya mengajar, kota kelahiran, negara tumpah darah. Aamiin

Advertisements