Membangun Cinta Segitiga

Cinta Segitiga adalah Cinta antara

Aku,

Dia (Allah),

Kamu.

***

Allah dulu,

Allah lagi,

Allah terus,

***

Cinta kita pada manusia itu begitu pendek,

sependek waktu hidup kita,

bahkan bagi sebagian orang lebih pendek lagi daripada waktu hidupnya,

sependek ketertarikan, kebutuhan, kemauan pada seseorang.

bahkan ada yang lebih pendek lagi,

sependek kesabarannya dalam menerima kekurangan, kelemahan pasangannya.

***

Adakah cinta yang abadi/kekal?

Ada, cinta yang diberikan oleh dan pada Yang Maha Kekal

Adakah cinta yang setinggi langit, seluas samudera?

Ada, bahkan yg lebih tinggi dari langit, dan lebih luas dari samudera, lebih luas dari volume oksigen yang ada dimuka bumi ini, lebih banyak dari kekayaan alam yaitu cinta yang diberikan oleh Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

Maka Cinta yang abadi, yang luas, yang sejati dan tulus adalah

Cinta Allah pada Manusia, Cinta manusia pada Penciptanya, Cinta Manusia pada manusia lain yang diberikan karena Allah dan karena semata-mata cintanya kepada Sang Pencipta

***

Untuk Jomblo dan Single,

Jangan menunggu mencintai setelah ada si cinta, justru manfaatkan waktu untuk membangun cinta yang kuat, sejati, abadi, tulus, pada Yang Maha Cinta. Inshallah hati hanya akan merasakan kebahagiaan dan ketenangan dan tidak akan pernah merasa kesepian, kegalauan, kesedihan, kejenuhan. Pas si cinta datang formasi cinta segitiga akan terbangun dengan mudah. eeeaaa.

***

Saya nulis ini karena beberapa waktu lalu ada mahasiswa muda S3 yang tiba2 nyapa dalam sosmed saya dan tiba2 jg memiliki ketertarikan terhadap saya. Saya sebenernya agak bingung karena memang gak pernah ketemu, dan gak pernah nyadar klo dia adalah temen FB saya. Tapi saya yakin apapun kejadian yang sampai pada diri saya itu semata-mata karena Allah SWT. Allah itu baik bgt. Saya percaya 100%-ly, bahwa rejeki, jodoh, kematian kita itu sudah diatur. Gmana gak percaya hundred-percent, saya yg konon males bgt chatting ma lawan jenis lewat skype, males jalan bareng atau ngedate, hampir gak pernah ikut ajang pencarian jodoh, jarang jg ngomong ketemen2 klo saya itu single yang dalam pencarian cinta sejati [asyik],

klo ada temen tanya dan nawarin: mau gak saya cariin jodoh?

pasti saya jawab dengan: silakan aja, tapi saya teh percaya bgt ma Allah yang udah cariin saya jodoh terbaik untuk saya. Ya ini deh buktinya, tanpa bantuan manusia, tanpa ketemuan, tiba2 ada yang mampir ke FB dan menyatakan ketertarikannya.

Seperti biasanya dimana saya memang tidak begitu suka chat skype, jalan, ngedate, dst [bukan sok suci dan sok islami]. Saya hanya bilang, mas eh dek (karena memang usia jauh dibawah saya tapi secara pendidikan udah diatas saya jauh) silakan saja mengenal saya dulu lewat teman2 saya, akses beberapa tulisan yang pernah saya tulis (supaya dapet gambaran saya yang sesungguhnya), temui saya dulu dirumah orang tua saya, dan jangan mudah percaya dengan yg ada di sosial media, foto saya pun kadang banyak editannya, tulisan saya pun mgkn lebih banyak riya sisi baik daripada pengungkapan sisi buruk saya, dan last but not least makin deketin Allah, krn biasanya Allah kasih petunjuk. Saya belum kasih dapat memberi jawaban “ya atau tidak”, dan masih proses berpikir dan mempertimbangkan lewat istiqoroh [Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus]. Dalam proses menunggu sebuah sign dari Illahi Robbi, si adek sudah jawab duluan (ya mungkin ini juga jawaban Allah dari doa2 saya dan jawaban saya yang tidak pernah saya berikan dan sampaikan jg).

Dia menyatakan mengundurkan diri karena dia merasa bahwa saya tidak tertarik (padahal saya belum ngomong apa2), dia juga sempet menjelaskan teori post-love (cinta yang tidak bersyarat seperti cinta ortu untuk anak-anaknya), dia jg sempat mengajukan adanya perantara (ustad) untuk ta`aruf kalau saya tidak meghendaki skype dll dan masih panjang lagi. Si Adekpun sempat marah juga di wallnya.

Oleh karena itu, Saya putuskan okelah dan terimakasih. Btw semua syarat yang saya ajukan teh semata-mata agar si adek tidak membeli saya dalam karung, dan memang saya udah move on dan pengen hijrah untuk tidak pakai cara-cara yang manusiawi tapi lillahi ta`alla. Semua itu untuk kebaikan saya, si adek sendiri dan for the pleasure of Allah atau for the sake of Allah. Tapi yasudahlah saya ridlo dan ikhlas…hehehe…kita memang seagama tapi mungkin belum jodoh…gak tau bener yang mana hanya Allah yang tau. Apakah saya patah hati dan berkecil hati? Saya tidak patah hati sama sekali, saya cuma sedih udah bikin orang marah, sedih dan kecewa. Semoga Allah mengampuni saya jika saya salah dalam mengambil keputusan ini namun niat saya memang Allah dulu, Allah lagi dan Allah terus.

Maapkan saya ya dek, Maapkan saya Ya Allah tidak memperjuangkan rejeki dan jodoh ini lagi dan lagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s